Lhokseumawe – Akibat banjir bandang yang terjadi beberapa hari lalu di Aceh dan telah memporak-porandakan seluruh sendi kehidupan masyarakat. Musibah ini membutuhkan uluran tangan semua pihak untuk memulihkan tatanan kehidupan masyarakat agar kembali normal.
Paling tidak, pemulihan masa darurat terutama kebutuhan pangan secepatnya harus teratasi, karena masyarakat terkena banjir bandang telah kehilangan segala-galanya.
Jika tidak segera di atasi, terutama kebutuhan pangan, bisa jadi ancaman kelaparan akan menghantui para korban banjir. Akibatnya akan memunculkan kerawanan sosial.
Agaknya komunitas masyarakat Indonesia baik yang di Aceh maupun luar daerah. Saat ini sudah saling bahu membahu untuk membantu dan mengatasi kebutuhan pangan korban banjir Aceh.
Salah satunya berasal dari Keluarga Besar Alumni Indonesia Mengajar turut menyalurkan sembako dan Higyane kit sebanyak 150 paket. Bantuan untuk masyarakat korban banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Koordinator lapangan Keluarga Besar Alumni Indonesia Mengajar Aceh T. Nadirsyah bersama sejumlah relawan. Diantaranya Zainal, Faisal, Muammar Khadafi, Mansur dan Jafar Ibrahim berjibaku menerobos kawasan pedalaman Aceh Utara untuk menyalurkan kebutuhan pangan kepada korban banjir bandang.
“Alhamdulillah sembako dan Higyane kit sebanyak 150 paket telah berhasil kita salurkan kepada warga korban banjir bandang di Langkahan Kabupaten Aceh Utara,” kata T.Nadirsyah
Tentunya, urai T.Nadirsyah kita berterimakasih kepada Ibu Ratih tim anggota penggalangan dana Keluarga Besar Alumni Indonesia Mengajar yang telah bekerja untuk mewujudkan aksi sosial di Aceh.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rasa empati kita kepada masyarakat korban banjir yang sangat membutuhkan pangan, sebab setelah pasca banjir bandang yang mengerikan itu warga telah kehilangan segala-galanya,” jelasnya. (Ogit)















