“Viral! Tidak ada hati nurani, di Tengah berlangsung bencana Alam menerpa masyarakat, dan perjuangan TNI pasca bencana demi kemanusian. Seorang ASN di Aceh Tenggara tega tuduh TNI menjual beras bantuan, Akhirnya minta maaf”
Aceh Tengah – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) P3K, warga Desa Bambel Gabungan, Kecamatan Bambel, Kabupaten Agara, Provinsi Aceh. Julistia Rizki menumpahkan keluh kesanya mengenai adanya dugaan pungutan liar beras bantuan di posko darurat Kodim Takengon.
Dalam unggahan, Wanita itu menuding kabar dari adiknya di Takengon saat mendatangi posko bantuan yang ada di Kodim. Tetapi bantuan beras 5kg di jual dengan harga Rp.100 Ribu, dan terpaksa membelinya karena membutuhkan.
Julistia memosting di akun facebook miliknya bernama @Elistia Rizki. Dia mengaku merasa perihatin melihat kondisi dari pengakuan adiknya yang ada di Aceh tengah.
“Ya Allah, sedihnya aku mendengar kabar dari Adik ku di Takengon. Mereka mendangi posko bantuan yang ada di Kodim. Tapi bantuan beras 5kg di jual dengan harga Rp.100 ribu, dan terpaksa mereka beli. Mereka pikir antri untuk dapat bantuan,”
“Padahal mereka tau itu bantuan yang di turunkan dari helikopter. Mau gak mau mereka harus beli ketimbang engak makan. Astagfirullah kenapa jadi bisnis bantaunnya Pak??,” kata Julistia di kutip dari posting di akun fecebook miliknya.
Meminta maaf
Cerita itulah yang kemudian Ia unggah oleh salah satu akun facebook miliknya Bernama @Elistia Rizki. Belakangan terungkap, wanita itu bernama Julistia Rizki.
Sekitar satu hari postingan yang di tulis di papan akun facebook miliknya beredar, bernama Julistia Rizki (37), merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) P3K Kabupaten Agara, Provinsi Aceh, muncul dalam rekaman video baru berisi klarifikasi permintaan maaf.

Dia mengaku atas postingannya, meminta maaf kepada pihak TNI, khususnya Kodim 0106/Aceh Tengah, dengan kesadaran diri tanpa ada paksaan memohon maaf dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan ini.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, saya Julistia Rizki pemilik akun facebook @Elistia Rizki. Saya ingin mengklarifikasi memohon maaf kepada pihak TNI, khususnya Kodim 0106/Aceh Tengah, atas postingan di akun facebook saya pada tanggal 2 Desember 2025, yang menyatakan pihak TNI, khususnya Kodim 0106/Aceh Tengah telah menjual beras bantuan dengan harga Rp.100 ribu per 5kg,”
“Disini saya ingin mengklarifikasikan postingan tersebut. Bahwasannya Tidak Benar, dan yang sebenarnya beras tersebut merupakan beras bantuan Bulog SPHP yang di salurkan melalui TNI untuk di jual di Kodim 01106/Aceh Tengah dengan harga Rp.60 ribu per 5kg,”
“Atas postingan saya tersebut dengan ini saya meminta maaf dengan kesadaran diri tanpa ada paksaan dari pihak manapun kepada pihak Kodim 0106/Aceh Tengah. Demikian permohonan maaf saya sampaikan dan saya mengakuinya serta saya tidak akan mengulangi postingan perbuatan ini,”
“Sekali lagi dengan hati yang tulus saya memohon maaf kepada pihak TNI, khususnya Kodim 0106/Aceh Tengah yang sudah membantu masyarakat di Aceh Tengah dalam bencana banjir Aceh Tengah, sekiam dan terima kasih, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” kata Elistia Rizki seperti di kutip dalam video.

Tudingan Informmasi Tidak Jelas
Dia juga menyebut kesalahannya menerima informasi yang belum jelas kebenarannya dari adeknya yang beralamat di Takengon, Aceh tengah, untuk mendapatkan beras merupakan bantuan bulog untuk di jual kepada warga dengan harga murah, sehingga Ia terpancing membuat tudingan yang tidak tepat terhadap Institusi TNI.
“Karena saya dapat informasi dari adik saya yang ada di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, sedang mengantri panjang. Posko yang digelar di Kodim, jadi saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak TNI. Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan,” ucap Elistia Rizki.
TNI Buka Suara
Terkait hal itu, Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita buka suara, Ia memastikan seorang warga bernama Elistia Rizki telah menyampaikan permohonan maaf kepada TNI, khsususnya Kodim 0106/Aceh Tengah melalui video klarifikasikan minta maaf.

Letkol Raden menegaskan, informasi dalam postingan yang di unggah dalam akun facebook @Elistia Rizki itu tidak benar. “Yang bersangkutan sudah klarifikasi dan minta maaf ya, dan bahwa itu tidak benar,” ujar Dandim, Jumat (5/12/2025).
Dandim menghimbau apabila ada keluhan sampaikan kepada pihaknya, kita pasti merespon, namun harus dengan bukti agar dapat di verifikasi dan tidak lanjuti dengan jelas.
“Kami disini kerja dengan hati, apalagi menyangkut kemanusian, terutama saat ini dalam menangani bencana alam yang terjadi menimpa wilayah Kabupaten Aceh Tengah. TNI akan merespon cepat apabila ada laporan dan keluahan dari masyarakat, akan tetapi jangan sekedar pengaduan saja. Terlebih parahnya langsung mengupload di medsos dengan motivasi dan tujuan yang tidak jelas juga,” pungkasnya.
Komentar Netizen
Atas video klarifikasi yang Ia posting di akun miliknya Bernama @Elistia Rizki, tidak sedikit warganet mencibir, diantaranya, menginggatkan bahwa semua video itu belum tentu benar tanpa ada kejelasan yang pasti, kemudian, berbijaklah bermedia sosial, tulis warganet mengomentari videonya.(ogit)















