Bener Meriah – Sejumlah infrastruktur porak-poranda setelah bencana alam banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Kabupaten Bener Meriah. Salah satunya akses jalan putus, mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.
Akibatnya, masyarakat Dusun Guci, Desa Burni Pase, Kecamatan Permata, mengalami kesulitan. Saat ini mereka membutuhkan pertolongan untuk mengevakuasi kedua warga mengalami sakit stroke ke Puskesmas Buntul, agar bisa menerima penanganan medis.
Aksi Sigap Babinsa TNI
Demi membantu kesulitan masyarakat membutuhkan pertolong di pedalaman terisolir. Dengan sigap prajurit TNI Kodim 0119/Bener Meriah, jajaran Korem 011/Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda, Aceh, melakukan aksi nekat dramatis.
Alternatif Babinsa TNI itu, upaya membawa pasien menggunakan tandu dengan berjalan kaki dari area pegunungan. Anggota TNI harus menerobos jalan berlumpur menempuh perjalanan sejauh 6 Kilometer untuk bisa sampai ke Puskesmas terdekat.
Walaupun Medan terjal, kontur jalan naik-turun, serta kondisi alam menantang, tidak menyurutkan semangat Babinsa dan warga membawa kedua pasien.

Kapendam IM, Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal mengatakan, aksi kemanusiaan ini bagian dari komitmen kemanunggalan TNI rakyat. Terutama saat ini pasca bencana alam, masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Sebagai garda terdepan, TNI AD siap sedia membantu masyarakat, khususnya di daerah terpencil dengan keterbatasan akses. Harapannya, sinergi Babinsa dan warga sebagai wujud kebersamaan menuju pemulihan,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, kata Kapendam, meninggatkan kondisi terkini, jalur akses tidak bisa dilalui kendaraan. Pihak keluarga pun meminta bantuan kepada prajurit TNI untuk mengevakuasi. “Mengingat kesehatan keduanya semakin memburuk, jadi harus segera di evakuasi ke puskesmas,” sebut Kapendam Teuku Mustafa Kamal.
Kedua lansia tersebut adalah Aman Yus (65), menderita stroke menahun sehingga mengalami keterbatasan Gerak. Sedangkan Ine Yus (60), mengalami stroke ringan dan membutuhkan perawatan segera.(admin)















