JAKARTA – Delegasi Achmad Daniel Chardin Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tuai dukungan. Putra asal Binjai Daniel resmi memimpin Partai lambang Kepala Elang setelah terpilih secara aklamasi.
Pelantikan dan Musyawarah Nasional I
Selain menetapkan Jenderal bintang dua TNI (Purn) Achmad Daniel Chardin sebagai Ketua DPW Sumut. Partai Berkarya menggelar Musyawarah Nasional (Munas) I serta sejumlah agenda penting seperti rapat Pleno dan pergantian Logo Partai menjadi pokok utama. Acara berlangsung dua hari di Hotel Golden Boutique Kemayoran, Jakarta, Senin (3/11/2025).
Pembukaan Munas oleh Ketua Umum (Ketum) Partai Berkarya periode 2025-2030, Mayjen TNI (Purn) Muchdi Purwoprandjono. Turut hadir para Ketua DPW se-Indonesia beserta pengurus partai dan panitia turut mensukseskan acara tersebut.
Sebelumnya, partai berlogokan pohon Beringin. Namun lambang partai berkarya resmi berubah menjadi Kepala Burung Elang sebagai Logo baru yang sah.
Strategi Kepemimpinan Daniel Chardin
Sebagai Ketua DPW Berkarya Sumut, Daniel Chardin mengatakan, sejumlah strategi dalam goal capaian Partai Berkarya Sumut kedepan. Daniel menjelaskan, saat ini situasi global pada fase kompetisi geopolitik semakin intens, katanya.
Mantan Pangdam I/Bukit Barisan itu merincikan, selain krisis energi, pangan, dan rantai pasok masih menjadi ancaman berkelanjutan. Seperti Konflik Timur Tengah menciptakan volatilitas keamanan internasional, terangnya.
Selain itu, menurut Jenderal Mantan Komandan Pusat Persenjataan Infanteri (Danpussenif) menilai, perkembangan teknologi AI dan kejahatan siber juga menghadirkan ancaman non-militer nyata bagi seluruh negara, termasuk Indonesia.
“Artinya, kondisi global menuntut bangsa ini lebih siap, lebih sigap dan lebih mandiri dalam menjaga kedaulatan nasional,” sebut Jenderal Daniel berasal Korops Baret Merah Kopassus.
Selain daripada itu, Mantan Jenderal berpengalaman Sandi Yhuda itu menyebutkan, prioritas program pemerintah seperti pembangunan jangka panjang. Namun membutuhkan kontrol publik, agar pelaksanaannya tepat sasaran dan bermanfaat bagi wilayah padat penduduk Indonesia bagian Barat.
“Tren isu strategi, keamanan maritim di Selat Malaka, kejahatan siber dan judol di kota kota besar. Ketimpangan akses ekonomi pesisir antar wilayah seperti, Aceh dan Sumatera Utara. Dan menyangkut langsung kehidupan rakyat, memerlukan peran aktif partai politik untuk turun tangan,” ujarnya.

Jenderal pernah menjabat Danrem 011/Lilawangsa, di Lhokseumawe Aceh itu menegaskan, Partai Berkarya telah melalui masa penuh tantangan. Energi partai tersita dalam konflik hukum dan dualisme kepemimpinan. Akibatnya kesiapan organisasi belum mampu membawa partai masuk sebagai peserta pemilu 2024.
“Kini, bebernya lebih dalam, Partai Berkarya memasuki fase kebangkitan baru. Duet kepemimpinan Muchdi Pr dan Sekjen Prof Irmanjaya Thaher menjadi simbol “Dwi Tunggal” antara militansi dan modernisasi. Konsolidasi struktural telah berlangsung di 33 DPW dan 416 DPD sebagai persiapan Munas I menuju masa bakti 2025-2030,” imbuhnya.
Membawa Perubahan dan Menjadi Partai Dicintai Rakyat
Menurut Jenderal terkenal ramah oleh masyarakat, Ia mengutarakan, sekarang momentum untuk membangun partai yang solid, kuat, berdisiplin, dan fokus pada tujuan besar. Lolos verifikasi pemilu 2029 dan menjadi partai yang dicintai rakyat.
“Rekomendasi program prioritas Partai Berkarya, adalah menjawab tantangan bangsa dan kebutuhan rakyat di wilayah barat Indonesia. Mendukung koperasi rakyat pesisir dan perkotaan, penguatan ekonomi UMKM dan nelayan, Sekolah Rakyat Industri dan Siber,” terangnya.
“Membuka lapangan kerja dan peningkatan kompetensi pemuda, serta Inisiatif Harmoni Aceh-Sumut, menjaga persatuan NKRI di wilayah sensitif administratif. Melalui program ini, jadikan jati diri politik Partai Berkarya yang tersirat dan tersemat, yakni, Hadir, Bekerja dan memberikan solusi nyata bagi rakyat,” pungkasnya. (ogit)



