MBC Indonesia – Lhokseumawe, Bencana alam berupa banjir besar di Aceh telah memporak-porandakan seluruh tatanan sosial masyarakat Aceh. Dari mulai korban jiwa, sektor pertanian luluh lantah, perikanan tambak, belum lagi harga-harga kebutuhan pangan melonjak drastis. Sampai sarana transportasi berantakan.
Pasca Banjir, Kereta api perintis Aceh Amblas
Salah satunya sarana transportasi kereta api perintis Aceh, dipastikan berhenti total. Pasalnya lintasan rel kereta api tepatnya di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Selain itu akses jalan menuju stasiun amblas sedalam 1, 5 meter.
Padahal kereta api perintis itu menjadi cikal bakal penambah arus transportasi di provinsi paling ujung pulau sumatera itu. Namun akibat banjir besar rel kereta api itu amblas.
Timbunan kerikil di badan jalan lintasan kereta api itu lenyap terbawa arus banjir. Bahkan ada beberapa tempat kerikil-kerikil juga terbawa arus dan berserakan di badan jalan nasional tepatnya di dekat komplek perumahan PT PIM.
Perumahan PT PIM selama kurun waktu beberapa dekade tak pernah tersentuh banjir Saat ini justru terkena banjir parah begitu juga rumah sakit PIM.

Salah seorang warga yang tinggal dekat lintasan kereta api perintis Aceh. Muhammad , Minggu (30/11/2025) mengaku terkejut, pasalnya rel kereta api jadi berantakan.
“Kejadiannya sangat luar biasa, tidak hanya jembatan putus, badan jalan juga amblas. Begitu juga rel kereta api perintis Aceh amblas sedalam 1,5 meter,” katanya.

Tidak hanya itu, pemilik pabrik padi tepatnya di depan lintasan kereta api juga mengalami kerusakan cukup parah.
“Saya tidak menyangka bisa begitu parah kerusakannya, lokasi penjemuran padi hancur berantakan dan juga amblas kedalam, begitu juga halaman pabrik, bahkan rumah tinggal saya juga hampir ambruk,” kata Ibu Ana pemilik pabrik tersebut.(ogit)















