MBCIndonesia.com – TNI terus bekerja ekstra mempercepat pembangunan jembatan modular tipe Bailey di Desa Owaq, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Hingga Sabtu (11/4/2026), laporan progres fisik infrastruktur vital tersebut telah mencapai 50 persen.
Pengerjaan ini melibatkan personel gabungan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana dari Yonzipur 16/DA, Zidam IM. Selain itu, personel Koramil 05/Linge Kodim 0106/Aceh Tengah, serta Yon TP 854/DK yang bahu-membahu bersama masyarakat setempat.
Jembatan sepanjang 50 Meter yang materialnya di pasok oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Jalur ini merupakan akses utama yang menghubungkan enam desa di pemukiman Wih Dusun Jamat. Keenam wilayah yang sempat terisolasi pascabencana tersebut meliputi Desa Owaq, Linge, Jamat, Delung Sekinel, Kute Reje, dan Desa Reje Payung.
“Saat ini tim di lapangan telah menyelesaikan perangkaian jembatan tipe 2.1 sebanyak 16 petak. Selain itu, pemasangan panel, serta pendorongan jembatan sebanyak 7 petak,” ujar pimpinan lapangan, Lettu Czi Saifullah di lokasi.
Menurutnya, meski menunjukkan tren positif, Lettu Czi Saifullah menyebutkan, tim di lapangan menghadapi sejumlah tantangan teknis. Intensitas hujan yang tinggi setiap sore hari serta area kerja yang sempit dan terbatas menjadi hambatan utama dalam mobilisasi material maupun alat berat.
“Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan semangat personel TNI. Target utama adalah memastikan jembatan selesai pada bulan April ini agar aktivitas ekonomi dan mobilitas warga yang terputus total akibat bencana dapat segera normal Kembali,” harapnya.
Kehadiran jembatan Bailey ini diharapkan menjadi solusi cepat bagi warga Linge yang selama ini kesulitan mendapatkan akses logistik dan transportasi akibat rusaknya infrastruktur lama.(ogit)















