“Parit sumbat, air tak tau mengalir kemana. Hujan lebat seharian melanda di Kawasan Kota Lhokseumawe. Menyebabkan pemukiman warga dan Jalan tergenang banjir hujan bercampur air selokan meluap ke badan jalan”
MBCIndonesia – Hujan lebat tak kunjung berhenti sepekan mengguyur wilayah Kota Lhokseumawe mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kota Lhokseumawe. Hingga sore ini kondisi cuaca masih berlangsung hujan, jalan dan rumah warga tergenang air dengan ketinggian mencapai 40 centimeter.
Amatan di lokasi, pemukiman warga dan jalan terendam. Seperti Hagu Selatan, Hagu Teungoh, Darussalam, Tumpok Teungoh dan sejumlah desa dalam Kecamatan Banda Sakti lumpuh terendam air. Hujan tak kunjung reda, banjir hujan bercampur air selokan kian tinggi bahkan meluas.
“Dalam seminggu ini hujan terus berangsur terjadi, tapi mulai kemarin hari Jumat pagi hingga Sabtu sore dini hari hujannya awet. Tadi malam kita sudah was-was apabila hujan tidak berhenti kuatir air masuk kedalam rumah,” ungkap seorang warga, Badriah, Sabtu (22/11/2025).
“Ternyata benar, pagi subuh air mulai merembes masuk kedalam rumah kami. Sebagian barang dan tempat tidur harus di sanggah karena air sudah masuk. Matahari tak ada, sehingga jemuran tidak kering. Tadi anak-anak kesulitan mau ke sekolah, karena selain masih hujan, sebagian jalan sudah terendam air,” ujarnya.

Amatan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terhadap terjadinya potensi banjir rob atau pasang purnama di sejumlah wilayah pesisir Aceh. Fenomena bulan baru itu diperkirakan dari 20 hingga 25 November mendatang.
Prakirawan BMKG Malikussaleh, Aceh Utara, Ricky Nadiansyah mengatakan berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut sejumlah wilayah pesisir di Aceh yang berpotensi terjadi banjir rob yakni Lhokseumawe, Bireuen, Tapaktuan dan Meulaboh.
“Ini sebabkan karena adanya fase bulan baru pada 20 November kemarin, sehingga meningkatkan ketinggian air laut maksimum,” kata Ricky, Jumat, 21 November 2025 kemarin.

Ia menambahkan potensi banjir rob itu secara umum berdampak terhadap aktivitas masyarakat sekitar pelabuhan dan pesisir. Seperti bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
“Masyarakat di himbau selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dan pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari BMKG,” imbuhnya.
Ricky menyebutkan, selain Aceh sejumlah pesisir lainnya yang berpotensi terjadi banjir rob yakni di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Utara.(ogit)







