
“Hujan lebat tak henti menyebabkan kondisi banjir kian parah merubah Lhokseumawe seperti Kota karam”
MBCIndonesia.com – Hujan lebat bersama angin kencang selama sepekan menimbulkan banjir parah di Lhokseumawe. Air merendam pemukiman warga dan akses jalan, mengubah kota menjadi tampak seperti ‘Kota karam’. Kejadian ini terjadi akibat debit air terus bertambah setelah hujan tak berhenti hingga berpuncak pada dini hari, Rabu (26/11/2025).
Pantauan di lokasi, kondisi terkini dalam wilayah Kota Lhokseumawe sungguh memprihatinkan setelah banjir melanda. Aktivitas tak seperti biasa di area publik, seperti pasar transasi jual beli terlihat sunyi, meskipun ada ruko yang masih berjualan berada berlokasi tinggi, namun di sekitarnya terdampak banjir.

Aktivitas Terhenti
Sementara terlihat aktivitas warga terpaksa harus menapak berjalan kaki di atas trotoar penutup parit. Sedangkan sebagian besar ruas jalan dalam wilayah Kota Lhokseumawe terendam banjir dengan ketinggian air mencapai hingga 70 centimeter.
Walaupun dekian, masih ada warga yang nekat tetap menggunkan kendaraan mereka saat melintasi jalan yang tergenang air, meskipun ada risiko kerusakan mesin atau bahaya keselamatan.

Kekhawatiran Hujan Berkepanjangan Berdampak Bencana Alam
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat akibat hujan yang tak kunjung berhenti. Sangat beralasan karena kondisi ini memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor dapat menyebabkan rumah miring hingga roboh.
Hujan lebat berkepanjangan menyebabkan tanah jenuh air, meningkatkan risiko ketidakstabilan tanah, dan menyebabkan genangan air yang meluas, merusak infrastruktur dan mengancam keselamatan jiwa. Warga juga mengkhawatirkan risiko tersengat listrik, penyebaran penyakit, dan gangguan aktivitas sehari-hari berkepanjangan.

Mulai mengungsi dan tetap bertahan di tempat
Sejauh ini, masih ada sejumlah rumah tak terdampak banjir, karena berada di dataran tinggi atau rumah berpondasi besar. Akan tetapi warga tetap selalu waspada, pentingnya kewaspadaan dengan situasi rentan bencana, terutama penting akan mitigasi risiko dan kesiapsiagaan masyarakat.
Sedangkan bagi yang terdampak, banyak warga di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya di Aceh dan Sumatera Utara, terlebih warga Lhokseumawe saat ini mulai mengungsi akibat bencana alam banjir.

Di wilayah lain seperti Tanah Jambo Aye, Aceh Selatan, Nagan Raya, Ujong Blang dan Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, sejak dua hari kemarin warga mulai mengungsi, karena banjir yang meluas dan air yang cepat masuk ke permukiman.
Meskipun banjir adalah masalah berulang di Lhokseumawe, namun kondisi terkini sangat memprihatinkan. Lhokseumawe yang pernah di juluki ‘Kota Petro Dolar‘ semasa jaya dulu, kini bak seperti ‘Kota Karam‘. Akibat hujan tak henti situasi banjir saat ini, perkiraan rumah dan aktivitas warga serta infrastruktur berkisar mencapai 70 persen terdampak.(ogit)















