MBCIndonesia.com – Memperingati Hari Kesehatan Nasional, berbagai daerah di Indonesia mengelar aksi kemanusiaan berupa donor darah dan kegiatan sosial.
Tema Hari Kesehatan Nasional 2025
Dilansir dari situs resmi Kemenkes RI. Tahun 2025 ini peringatan Hari Kesehatan Nasional mengangkat tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”. Tema ini menegaskan bahwa investasi terbesar bangsa adalah pada kesehatan generasinya. Terutama generasi muda akan menjadi penerus dan penggerak Indonesia Emas 2045.
Makna kesehatan tidak hanya bebas dari penyakit, tetapi merupakan modal dasar untuk tumbuh, belajar, berinovasi, dan pola pikir dalam berkarya.
Oleh karena itu, pentingnya menjaga Kesehatan, baik mulai individu, dari lingkungan paling kecil. Berusaha menjaga diri mulai secara fisik, mental, maupun sosial, secara otomatis turut berkontribusi memperkuat ketahanan demi kemajuan Indonesia, menuju Indonesia Emas dan hebat,”
Menteri Kesehatan Amerika Serikat Memuji Kesehatan Indonesia
Dikutip dari cnnindonesia.com. Dalam acara “Making Health Technology Great” di Gedung Putih pada 30 Juli lalu, RFK, sapaannya, mengatakan bahwa ada dua inovasi besar di Indonesia hingga sukses meningkatkan kualitas kesehatan warganya. Hal itu ia ketahui usai bertemu dengan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin pada April lalu.
“Sekitar tiga minggu yang lalu, saya bertemu dengan menteri kesehatan Indonesia. Indonesia hari ini adalah sebagai bangsa dengan perkembangan tertinggi di muka bumi,” kata RFK di hadapan Trump.
“Sejak tahun 1990, mereka telah meningkatkan umur perempuan sebesar delapan tahun dan laki-laki sebesar sembilan tahun. Tidak ada negara lain yang memiliki catatan seperti itu,” lanjutnya.
Indonesia menggunakan sistem digital cek kesehatan
Lebih lanjut RFK menyebutkan, pada inovasi kedua, yaitu sistem informasi digital yang memungkinkan masyarakat memantau catatan kesehatan masing-masing. Sistem ini menurutnya benar-benar mengubah Indonesia karena selain memudahkan warga, juga memudahkan tenaga kesehatan (nakes) memberikan layanan kesehatan terbaik dan tepat.
“Dia (Menkes Budi) menunjukkan aplikasi pergunakan di Indonesia, di mana setiap orang punya catatan kesehatan seperti tinggi badan, berat badan, golongan darah, BMI, rekam jantung, kolesterol, serta catatan kesehatan lain,” kata RFK.
“Jadi, jika seseorang pergi ke dokter di kota lain, mereka tidak perlu melakukan seperti yang kita lakukan di sini, yakni duduk dengan clipboard dan mesin faks untuk memperoleh catatan kesehatan pasien. Semua itu sudah tersedia dan itu memungkinkan nakes memberikan pengobatan yang lebih baik,” imbuhnya.
Pertemuan Menkes AS dan Menkas RI
Pada April lalu, Menkes Budi bertemu RFK di Washington DC. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berbagi pandangan mengenai kebijakan dan sistem kesehatan yang tengah terelisasi jalankan, serta strategi untuk meningkatkan layanan kesehatan di masing-masing negara.
Budi saat itu menjelaskan soal program Cek Kesehatan Gratis yang sedang di pergunakan di Indonesia. Program ini bertujuan mengendalikan faktor risiko, mendeteksi penyakit sejak dini, beserta memberikan pengobatan yang lebih cepat. Pada kesempatan tersebut, Budi turut memperkenalkan sistem informasi digital RI yang dirancang untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Bakti Sosial Donor Darah di Aceh Peringati Hari Kesehatan 2025
Pada peringatan Hari Kesehatan ke-61 Tahun 2025 ini, salah satu daerah Indonesia, tepatnya di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Lhokseumawe bersama Pemerintah Kota (Pemko) mengelar aksi kemanusiaan berupa donor darah di Lapangan Gedung Pemko Lhokseumawe, Rabu (12/11/2025).
Menurut seorang peserta donor, Nurul Hadiah (32) mengatakan, ini adalah hari spesial di Indonesia, khususnya wilayah Kota Lhokseumawe, merayakan kesehatan masyarakat. Pada peringatan ke 61 ini. Setiap tahun, kita mengingat betapa pentingnya menjaga tubuh agar tetap sehat, katanya.
Nurul menyebutkan, mengajak seluruh elemen masyarakat Lhokseumawe, terutama para generasi muda, untuk hidup lebih sehat. Momen hari Kesehatan ini menginggatkan kita, bahwa anak muda adalah generasi penerus bangsa. Dengan hidup sehat, mereka generasi masa depan yang bisa membangun Indonesia Emas 2045.
“Bukan rahasi umum, zamannya digital, kaula muda gencar kesibukan dengan gadget. Begi juga pola makan tidak jauh dengan instan cepat saji. Tetapi gaya hidup seperti ini dapat di imbangi dengan cara tepat. Misalnya, melakukan olahraga rutin, komsumsi makanan bergizi, dan istrahat tidur cukup, ini kuncinya,” pungkas Nurul.(ogit)



